Tragis! Ibu Muda Tewas Terjebak Kobaran Api Saat Memasak, Balita Berhasil Diselamatkan dari Rumah yang Terbakar di Palabuhanratu
Sumber: Redaksi
JadiViral. com - Suasana tenang di Kampung Cibodas RT 14 RW 08, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 10.40 WIB.
Kobaran api yang melalap sebuah rumah panggung semi permanen menewaskan seorang ibu muda bernama Eni (34) yang diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat berusaha memadamkan api.
Berdasarkan informasi didapat, peristiwa memilukan itu bermula ketika korban sedang memasak di dapur rumahnya. Berdasarkan dugaan sementara, api dari kompor menyambar bensin eceran yang dijual korban di dalam rumah. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan dengan cepat melahap bangunan berbahan kayu dan bambu.
Camat Palabuhanratu, Sutopo, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran terjadi sekitar pukul 10.40 WIB di Kampung Cibodas RT 14 RW 08, Desa Cibodas.
"Dugaan sementara, saat korban sedang memasak, api menyambar bensin karena korban juga berjualan bensin eceran. Korban tidak sempat menyelamatkan diri karena api berkobar sangat besar dan kondisi rumah merupakan bangunan semi permanen berbahan kayu," ujarnya.
Korban kemudian ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah langsung dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu untuk menjalani pemeriksaan medis. Balita Berhasil Diselamatkan, Bibi yang Sakit Ikut Dievakuasi
Di balik tragedi tersebut, terdapat kisah penyelamatan yang berlangsung di tengah kobaran api. Kemal (41), saudara korban, menceritakan detik-detik mencekam saat warga berusaha menolong penghuni rumah.
Saat itu, kata Kemal, ia sedang bekerja ketika mendengar teriakan meminta tolong dari arah rumah korban.
"Saya dengar ada yang teriak minta tolong. Pas didatangi ternyata sudah kebakaran. Kami mencoba menolong korban, tapi api sudah membakar pakaian korban. Waktu hendak ditarik keluar, tiba-tiba kobaran api menyembur mengikuti arah angin sehingga kami terpaksa mundur," ungkapnya.
Menurut Kemal, di dalam rumah saat kejadian terdapat tiga orang, yakni korban, anak balitanya yang sedang tidur, serta seorang bibi yang tengah sakit. Meski api terus membesar, Kemal nekat masuk ke dalam rumah demi menyelamatkan sang balita.
"Anaknya masih tidur di ruang tengah. Api awalnya dari dapur, tapi cepat menjalar ke depan karena anginnya berputar-putar. Saya masuk menggendong anaknya, sementara teman saya menyelamatkan bibinya yang sedang sakit," tuturnya.
Sayangnya, upaya Kemal untuk menyelamatkan Eni tidak berhasil.
"Saya kira korban berusaha memadamkan api. Mungkin karena asapnya tebal dan sesak napas, akhirnya pingsan lalu tidak sempat keluar," katanya.
Kemal mengungkapkan, saat musibah terjadi, suami korban sedang bekerja di Manado sehingga tidak berada di rumah. Rumah yang terbakar merupakan rumah panggung berbahan kayu dan bambu, sehingga api dengan cepat menghanguskan bangunan beserta isinya.
"Korban memang jualan bensin eceran. Dugaan sementara apinya dari kompor lalu menyambar bensin yang jaraknya sekitar dua meter dari tempat memasak," jelasnya.
KOMENTAR (0)
Tambah Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!