LIVE
📢 BERITA TERKINI: "COMING SOON: Jadiviral.com | Segera Hadir! | Media Viral No. 1 di Indonesia!" "Sesuatu yang besar akan segera tiba... Jadiviral.com | Segera Launching! | Jadilah yang pertama tahu tren terbaru hari ini!" saat ini kami sedang uji coba website.
Tuesday, 28 July 2026

Jadiviral.com

Dunia dalam genggaman

HIBURAN

Musik Jalanan MOTS Hidupkan Gadobangkong, Puluhan Band Lokal Siap Harumkan Nama Palabuhanratu

Khay
17 July 2026 00:00
78 dilihat
Palabuhanratu
Musik Jalanan MOTS Hidupkan Gadobangkong,  Puluhan  Band Lokal Siap Harumkan Nama Palabuhanratu

Sumber: Redaksi

Jadiviral.com - Suasana berbeda terlihat pada Jumat (17/7/2026) malam di area alun alun Gadobangkong, jalan Kidang Kencana Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. 

 

Kerumunan warga terlihat asyik mendengarkan dentuman drum, petikan gitar, dan lantunan lagu memecah suasana malam di area alun alun Gadobangkong Palabuhanratu. Di balik panggung sederhana itu, tumbuh mimpi besar para musisi lokal untuk membawa nama Palabuhanratu menembus industri musik nasional.

 

Semangat tersebut melahirkan Music on the Street (MOTS), komunitas yang menjadi ruang berkarya bagi musisi lokal sekaligus menghidupkan pariwisata dan ekonomi masyarakat melalui pertunjukan musik rutin setiap Jumat malam.

 

Penasihat MOTS, Aang Heriana, mengatakan komunitas itu terbentuk sekitar delapan bulan lalu berawal dari kegelisahan para pegiat musik yang kesulitan mendapatkan ruang untuk tampil.

 ""Kami ingin anak-anak muda Palabuhanratu memiliki wadah untuk berkarya. Dari situlah kami bersama teman-teman membentuk MOTS," ujar Aang.

 

Menurutnya, Palabuhanratu pernah melahirkan sejumlah band yang mampu tampil di panggung nasional. Namun, minimnya ruang ekspresi membuat regenerasi musisi mulai terhambat. Karena itu, MOTS hadir untuk menjaga lahirnya talenta-talenta baru.

 

Awalnya pertunjukan digelar di kawasan Batu Sapi jalan Ahmad Yani Kelurahan/ Kecamatan Palabuhanratu. Namun, dua pekan terakhir dipindahkan ke kawasan wisata Gadobangkong agar lebih dekat dengan masyarakat dan wisatawan. Respons yang diterima pun terus meningkat.

"Dulu kami yang mencari band. Sekarang justru banyak grup musik yang menghubungi MOTS untuk ikut tampil," katanya.

 

Hingga kini, Aang menegaskan, sedikitnya 24 grup band dari berbagai genre, mulai rock, punk rock, reggae hingga Melayu, telah bergabung dan tampil bergiliran setiap pekan. Tidak hanya menjadi panggung kreativitas, kehadiran MOTS juga memberi dampak ekonomi. Pertunjukan musik rutin tersebut menarik pengunjung dan membantu meningkatkan omzet pelaku UMKM di sekitar lokasi.

 

Meski demikian, lanjut Aang, seluruh kegiatan masih mengandalkan swadaya anggota. Peralatan seperti drum, gitar, sound system hingga mixer disediakan secara gotong royong karena belum mendapat dukungan sponsor maupun donatur.

"Kami berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar kegiatan positif ini bisa berkembang dan melahirkan musisi-musisi berprestasi dari Palabuhanratu," ungkap Aang.

 

 "Optimisme mulai terlihat. Beberapa band binaan MOTS, seperti Pattepang dan Namla, telah memulai proses rekaman dan diharapkan mampu menembus industri musik nasional," imbuhnya. 

 

Sementara itu, pengunjung Diki Permana (41) menilai kehadiran MOTS menjadi daya tarik baru kawasan wisata Gadobangkong.

"Semoga kegiatan ini terus berlanjut setiap minggu. Selain menjadi hiburan, pertunjukan musik juga membuat kawasan wisata lebih hidup dan berdampak positif bagi pedagang serta UMKM," ujarnya.

Tags:

#HIBURAN #Viral #BeritaTerkini